Tiga Negara Kuat Gagal Lolos ke Euro 2016

gunungpoker.com - TIDAK semua negara kuat yang memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Eropa berhasil melaju ke Euro 2016 yang diadakan...

gunungpoker.com - TIDAK semua negara kuat yang memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Eropa berhasil melaju ke Euro 2016 yang diadakan di Prancis musim panas tahun depan. Ketiga negara tersebut ialah Belanda, Yunani dan Denmark.

Der Oranje –julukan Belanda– gagal melaju setelah hanya finis di posisi empat Grup A Kualifikasi Euro 2016. Robin van Persie dan kawan-kawan gagal bersaing dari Republik Ceko, Islandia dan Turki yang lolos ke turnamen empat tahunan tersebut.

Bandar Bola - Sementara Denmark, sebenarnya berhasil finis di posisi tiga grup I setelah finis di bawah Portugal serta Albania. Finis di posisi tersebut membuat mereka melaju ke babak playoff. Sayangnya, mereka disingkirkan Negara Skandinavia lainnya, Swedia, dengan agregat 3-4 di babak penentuan tersebut.

Nasib paling miris dialami Yunani. Di saat negara yang berada di Eropa Selatan itu dilanda krisis ekonomi, sepakbola diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat negara. Namun, kenyataan tak sesuai harapan.

Bandar Poker - Yunani terbenam di dasar klasemen grup F dengan koleksi hanya enam poin. Tim asuhan Michael Skibbe tersebut bahkan berada di bawah Kepulauan Faroe yang biasanya menjadi bulan-bulanan negara Eropa lain.

BERITA LIGA BOLA

Terlepas dari itu semua, mengapa ketiganya layak disebut negara besar? Terhitung sejak 2000, ketiga negara tersebut hampir rutin lolos ke ajang Piala Dunia maupun Euro. Belanda lolos ke Euro 2000, 2004, 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2006, 2010 dan 2014.

Bandar Togel - Sementara Yunani lolos ke Euro 2004, 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010 dan 2014. Sedangkan Denmark melaju ke Euro 2000, 2004, dan 2012 serta Piala Dunia 2002, 2010 dan 2014.

Satu lagi hal yang membuat ketiga negara tersebut layak disebut memiliki akar kuat di persepakbolaan internasional ialah, Belanda, Denmark dan Yunani sama-sama pernah memenangi Euro! Belanda melakukannya pada 1988, Tim Dinamit –julukan Denmark– 1992 dan Yunani 2004.

Kegagalan ini seharusnya bisa dijadikan pembelajaran bagi ketiga federasi sepakbola tersebut. Kesuksesan Jerman bisa dijadikan contoh. Setelah gagal total di Euro 2004, DFB –Pssi-nya Jerman– melakukan gebrakan dengan mengharuskan setiap klub profesional memiliki akademi sepakbola sendiri.

Terbukti, setelahnya Die Mannschaft –julukan Jerman– jadi negara yang konsisten melaju jauh di ajang Piala Dunia ataupun Euro. Bahkan Thomas Muller dan kawan-kawan berhasil menjadi kampiun Piala Dunia 2014.


Baca Juga Berita Bola Lainnya : Berita Bola, Prediksi Bola, Berita Bola Terbaru



You Might Also Like

0 komentar